Luis hamzah
Langit Gaduh
Aku berteriak
Tepat berada di pikiranmu
Kulambaikan tali tali Kepedihan
Menjulur satu persatu bagai cambuk selimut kalbu.
Kau tutup telingamu dengan tangan tak berdosa
Kau tutup dirimu dengan helaian lembutan sutera
Dengan harapan hatimu masuk kedalam mimpi fana
Dan kau lupakan apa yang terjadi di sana.
Aku harap kau ingat
Setelah sekian lama kau mengimaniku tapi tak yakin
Apabila aku tak pernah janjikan surga dihidupmu
Aku yakin takkan pernah ada kehidupan di agamamu.
Kau makin terlelap dalam tidurmu
Sekarang waktunya aku tingkatkan kemurkaan
Aku muslihatkan dirimu seakan langit runtuh
Aku ingin lihat bumi tunduk kepadaku.
Aku berikan suara gaduh langit makin dahsyat
Kau terbangun dan berkelut ketakutan
Lailahaillawlah..
Sekali kau menyebut namaku
Astagfirullah halladzim
Kau beristigfar terhadapku.
Itulah yang aku inginkan
Kuharap kau tak pernah lupa atas janjimu
Mengikuti semua apa yang aku perintahkan
Dan jika aku telah murka
Langit berada di atas pikiranmu itu kuruntuhkan
Karna aku muak akan orang tidak tunduk kepadaku.
‘’ Kunfayakun – Terjadi Terjadilah ‘’
Astagfirullah halladzim.
Jangan sampai sang khaliq murka terhadap kelakuan kita.
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar