Rabu, 16 April 2014

Azzahra Putri Ayunda

Foto: Sebuah cerpen sederhana .

Azzahra Putri Ayunda

Pukul 12.05 WIB
    Jika Kuingat Waktu itu. Ingin kubunuh jasadku didepanmu. Kau tentu berbeda, karna itulah aku rela apapun yang kau pinta saat itu aku penuhi asal permintaan maafku kau penuhi.
    Kau cantik. Tapi pemikiranmu jauh dewasa daripada remaja  wanita lainya yang mempunyai segunung cara asal dia dapat lelaki yang iya suka. Mereka majal akan cinta, sedangkan kau dewasa akan cinta.
----------------------------------------------------------------------------------------------
 Adzan zuhur  berkumandang. Hari ini aku libur sekolah Karena hari minggu. Sekarang aku berada dirumah sahabatku Rara atau lengkapnya Azzahra Putri Ayunda dan bersiap siap menuju mushola karena adzan telah memanggil kami.
‘’ Fel, ayo cepat, sebelum kita ketinggalan solatnya ‘’ seru Rara Memanggilku
‘’ ia Ra entar, aku lagi mengemas buku Pr ku ‘’ Balasku… ‘’ Yaudah yuk Ra kita Pergi ‘’ Sambungku setelah selesai mengemas bukuku.
    Perkenalkan, aku Felix Diaz Pratama. tak ada kelebihan didalam diriku selain hati yang tulus untuk ku pasangkan dengan hati seseorang yg aku sayangi. Dialah orangnya Azzahra Putri Ayunda atau aku memanggilnya Rara. Aku sudah lama menyukai Rara , namun aku tidak mau persahabatan kami hancur hanya karna Cinta monyet yang aku buat dan aku tak tau, karna jujur aku tak terlalu pandai dalam menjalin hubungan. Jadi,  ya aku biarkan saja dulu kami menjadi sahabat sampai waktunya tepat aku langsung akan menikahinya tanpa memacarinya dulu. Aku tak pernah mau ambil tau apabila ia sudah mempunyai seorang pacar, semua itu telah diatur yang diatas, kalau jodoh ya jodoh kalau tidak, aku akan berdoa kepada Allah supaya Rara menjadi jodohku. Hihihihi
    Sekarang kami sudah berada di depan masjid dan memasuki tempat wudhu untuk berwudhu, setelah itu kami melaksanakan kewajiban kami sebagai umat islam untuk menjalankan sholat 5 waktu. Biasanya pukul 12.30  Masjid sudah sepi, namun berbeda pada kali ini, jama’ah masih banyak yang menunggu didalam masjid, penyebabnya Cuma satu yakni hujan yang sangat deras bak memberikan kejutan buat kami tiba tiba turun disaat kami telah mengucapkan kata salam, kenapa kejutan ya karna sewaktu dijalan menuju ke masjid cuacanya sungguh cerah, tapi ya kuasaAllah siapa yang tau.
    Selesai sholat sunnah, aku pergi keteras masjid untuk menemui Rara, namun tak ada ia disana. Ternyata ia berada di pojokan masjid sedang duduk dengan memeluk lututnya, sepertinya ia kedinginan. Aku memandanginya, wajah  ayunya ,tubuh mungilnya. Rasanya aku ingin selalu menjaganya. Aku tersenyum karna ia memandangku , kudekatkan diriku kearahnya. Sekarang aku berada tepat disampingnya, ku tekan hidung munggilnya karna aku cemburu kepada hujan yang selalu ia pandangi. Ia meringis, aku ingin tertawa melihat ekspresi konyolnya itu.
‘’ Dingin ya’’ serunya
‘’ ia, ingat tidak dulu, waktu kita masih SD. Kita bermain dengan riang dibawah kucuran air hujan itu. Dan esoknya kamu sakit, terus aku deh yang dimarahi dengan Abimu karna aku mengajakmu bermain air  hujan’’ Ingatan laluku berkecamuk dan membeberkannya didepan orang yang aku sayangi.
Kulihat ia tersenyum geli, pasti ia sedang membayangkan wajah takut ku dulu karna dimarahi ayahnya. Oh tuhan kenapa harus mulutku ini menceritakan kejadian Maluku itu.
‘’ Jadi bagaimana kita pulangnya ?, sepertinya hujan masih senang mamandikan bumi ini’’ tanyanya
‘’ kita tunggu saja , mungkin sebentar lagi ia akan selesai memandikan buminya ini, siapa yang tau bukan. ‘’  balasku.
 Waktu berjalan cukup lama, aku sudah bosan duduk disini karna hujan masih riang gembira,. Akhirnya kami memutuskan untuk menerobosnya, alhasil baju yang kami pakai basah kuyup semua .
Dirumahnya aku dan dia tak lantas masuk. Namun melanjutkan untuk bermain hujan. Kami berhenti karna tiba tiba Uminya keluar rumah dan menyuruh kami masuk , huh menyebalkan.
Ketika aku masuk kerumahnya , aku langsung diberikan handuk merah yang aku tau itu milik abangnya Adam muharraj. Sedikit berguna untuk mengeringkan tubuh ku.
‘’ Fel,bajumu diganti saja. Ini,pakai saja baju bang Adam dulu nanti aku bilangin dia’’  serunya sambil memberikan baju ganti untukku.
‘’ ia Ra makasih ya, aku ke WC dulu’’ selorohku pamit.
Selesai mengganti bajuku. Aku langsung menemui Rara diruang tamu dan memberikan handuk yang tadi ia pinjamkan.
‘’ Ra Umi sama Abimu kemana. Kok ngak kelihatan dari tadi’’ tanyaku .
‘’ Mereka lagi ada urusan Fel. Biasa Ceramah kekampung sebelah’’ jawabnya,
Tiba tiba aku teringat akan sesuatu. Pr  iya Pr
‘’Ra, PR MTK  kan belum ada yang siap, lanjut ya . aku gg mau dihukum lagi Ra’’ ucapku.
‘’ ia nanti ya . aku kebelakang dulu, mau mebereskan bajumu dan membuatkan the hangat untuk menghangatkan tubuh. Aku diluan ya Fel’’ pamitnya. Kulihat matanya yang sayu. Hidungnya, wajahnya, kau sempurna.
Reflek aku memegang  tanganya . entah setan apa yang merasuki tubuhku sampai aku berani menarik tanggnya dan memegang wajahnya. Membelainya halus dan hampir ingin Menciumnya.
PLAK .. Kalau saja dia tidak menamparku . aku yakin hal hal yang tidak diinginkan olehku pasti akan terjadi. Sekarang aku benci diriku.
‘’ KAU…’’ Sergapnya..
‘’ Maa.aa..aa..aaf ‘’ ucapku pelan sambil menunduk.
‘’ Kau boleh pergi sekarang ‘’ Ucapnya.. kulihat matanya mengembun.
‘’ Ra maafkan aku,aku Khilaff’’ Pintaku.
‘’ Aku bilang Pergi SEKARANG ‘’ Teriaknya . Jleb hancurnya pertahanannya. Ia sekarang menanggis . laki laki macam apa aku ini. Aku makin membenci diriku sekarang.
‘’ Ra. Ra. Tunggu ‘’ ku pegang tangnya dengan niat supaya ia mau memaafkanku.
Tiba tiba ia membawaku keluar rumahnya dengan paksa
‘’ Lepas. Tunggu disini’’ ia masuk kerumahnya dan menyuruhku tunggu diluar. Aku termanggu sekarang. Meratapi kejadi tadi. Kenapa aku sebodoh itu.
‘’ Ini tasmu dan tolong jangan ganggu aku dulu’’ ucapnya menggetar.
‘’ Tapi aku mencintaimu Ra. Aku menyayangimu ‘’ Aku berargument.
‘’jadi tadi kau bilang itu cinta. Itu nafsumu bukan cintamu. Jujur aku juga mencintaimu. Tapi kenapa ? ‘’ tangisanya semakin pecah.
‘’ aku tak tau Ra. Sekarang semua terserah kamu. Kuharap kau dapat memaafkanku’’ pintaku
‘’ aku tk tau Fel. Apa aku bias memaafkanmu. Aku mohon sekarang  kau pergi dari sini’’ sergahnya seakan memaksaku pergi. Aku tau ia terluka . sekarang aku tak tau bagaimana lagi dengan kisah ini.
Kuambil tasku dan berlalu darinya.
‘’ aku pulang Assalamualaikum ‘’ pamitku.
‘’ Walaikumsallam ‘’ Hampir tak terdengar karna bercampur denga suara sesenggukanya.
 Sejak Kejadian 1 Minggu yang lau. Aku menjadi murung. Aku menyesal telah mematahkan persahabtan ini.aku sungguh menyesal.  Hingga pada hari ini ia pun selalu menjauh. Nomor HPnya aktif namun jika aku sms tak pernah dibalasnya, aku telepon selalu di matikanya. Kerumahnya , ia selalu beralasan. Aku menyerah.
 1 Bulan berlalu sejak kejadian Bodohku Kemarin.hari ini aku terbaring lemah di Rumah sakit karna DBD menyerangku. Hari ini hari ke 5 aku menjalani perawatan disini. Banyak teman temanku yang menjenguk kecuali Rara. Sekarang aku mengharapkan kehadiranya. Tapi itu bagaikan aku mengharapkan hujan emas. Sakit memang rasanya, sekarang aku lemah air mataku terus saja terbuang. Aku menangisi kesalahanku sendiri. Bodoh bukan . tapi itulah keadaanya sekarang
CKLEK.
Ibuku memasuki ruanganku dan melihatku menangis.
‘’ kamu kenapa menagis Fel.’’
‘’ aku kangen Rara ma’’  ucapku 
Mama melihatku sendu. Ia telah tau tentang akar permasalahanku dengan Rara. Tentu mama memarahiku karna memang aku yang salah. Walaupun begitu . mama tetap menyayangiku . buktinya ia masih mau menjadi mama serta ayah bagi kehidupanku.
‘’ maka itu Fel, kamu cepat sembuh kalau sudah sembuh kan bias kamu kejar cinta kamu lagi.’’ Mama menyengamatiku.
‘’ia ma makasih’’ ucapku terharu
‘’ oh ya Fel ada seseorang yang ingin menemuimu. Ayo nak masuk’’ panggilnya kepada seseorang diluar sana.
CKLEK ..
Masuk lah seorang anak kecil membawa sebuah apel merah . ia meletakkan aple itu dimeja dan mendekatiku. CUP . ia mencium keningku dan nerlalu. Aku melonngo, kenapa anak itu. Ia berani menggambil keperjakaan jidatku. Kulihat mama keluar kamarku denga mneggaruk garuk kepalanya yang aku tau itu tidak gatal. Agaklama mama keluar tiba tiba pintu terbuka 
DEG.
Aku kira mama yang masuk. Tapi ternyata orang yang aku tunggu tunggu kehadirannya sekarang berada disini.
‘’ Rara. Kau menjenggukku’’ tanyaku Polos
‘’ ia Fel. Aku kangen ‘’ Kulihat mukanya memerah . mungkin ia malu telah mengatakan kata kangen. Aku yakin pulang dari sini ia akan menyekolahkan mulutnya suapaya tidak selalu ceplas ceplos dalam omonganya.
‘’ pasal kemarin maaf ya Ra. Aku menyesal.’’ Sebenarnya aku tak ingin menyinggung masalah itu karna aku takut ia kembali sakit hati.
‘’ cukup. Ngak usah bahas soal itu. Aku sudah memaafkanmu’’ ucapnya
‘’ apakah aku masih ada dihatimu Ra’’ tanyaku Polos
‘’ Tentu Fel. Kau pemilik sebagian hati ini’’
CKLEK.
‘’ Cie yang baru jadian. Cuit cuit’’ ledek mamaku
‘’ apaan sih ma belum lagi jadian’’ ucapku ketus kea rah mama.
‘’ Ra maukah kau menjadi pacarku .’’ kata kata singkat itu keluar dari mulut ku. 
‘’ aku tak mau Fel’’ ucapnya cuek
‘’ Kau serius’’ sergahku.
‘’ Tentu tidak.. Uekk’’ ucapnya meledekku.
Dan kami tertawa bersama.
Indahnya..
----------------------------------------------------------------------------------------------
‘’ Sekarang aku tau kenapa kau dulu begitu marah terhadapku
Itu karena
Kau Benar benar menjaga kesucianmu itu wahai bidadariku ‘’
   
TamatAzzahra Putri Ayunda
Karya Luis Hamzah
Pukul 12.05 WIB
Jika Kuingat Waktu itu. Ingin kubunuh jasadku didepanmu. Kau tentu berbeda, karna itulah aku rela apapun yang kau pinta saat itu aku penuhi asal permintaan maafku kau penuhi.
Kau cantik. Tapi pemikiranmu jauh dewasa daripada remaja  wanita lainya yang mempunyai segunung cara asal dia dapat lelaki yang iya suka. Mereka majal akan cinta, sedangkan kau dewasa akan cinta.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Adzan zuhur  berkumandang. Hari ini aku libur sekolah Karena hari minggu. Sekarang aku berada dirumah sahabatku Rara atau lengkapnya Azzahra Putri Ayunda dan bersiap siap menuju mushola karena adzan telah memanggil kami.
‘’ Fel, ayo cepat, sebelum kita ketinggalan solatnya ‘’ seru Rara Memanggilku
‘’ ia Ra entar, aku lagi mengemas buku Pr ku ‘’ Balasku… ‘’ Yaudah yuk Ra kita Pergi ‘’ Sambungku setelah selesai mengemas bukuku.
Perkenalkan, aku Felix Diaz Pratama. tak ada kelebihan didalam diriku selain hati yang tulus untuk ku pasangkan dengan hati seseorang yg aku sayangi. Dialah orangnya Azzahra Putri Ayunda atau aku memanggilnya Rara. Aku sudah lama menyukai Rara , namun aku tidak mau persahabatan kami hancur hanya karna Cinta monyet yang aku buat dan aku tak tau, karna jujur aku tak terlalu pandai dalam menjalin hubungan. Jadi,  ya aku biarkan saja dulu kami menjadi sahabat sampai waktunya tepat aku langsung akan menikahinya tanpa memacarinya dulu. Aku tak pernah mau ambil tau apabila ia sudah mempunyai seorang pacar, semua itu telah diatur yang diatas, kalau jodoh ya jodoh kalau tidak, aku akan berdoa kepada Allah supaya Rara menjadi jodohku. Hihihihi
Sekarang kami sudah berada di depan masjid dan memasuki tempat wudhu untuk berwudhu, setelah itu kami melaksanakan kewajiban kami sebagai umat islam untuk menjalankan sholat 5 waktu. Biasanya pukul 12.30  Masjid sudah sepi, namun berbeda pada kali ini, jama’ah masih banyak yang menunggu didalam masjid, penyebabnya Cuma satu yakni hujan yang sangat deras bak memberikan kejutan buat kami tiba tiba turun disaat kami telah mengucapkan kata salam, kenapa kejutan ya karna sewaktu dijalan menuju ke masjid cuacanya sungguh cerah, tapi ya kuasaAllah siapa yang tau.
Selesai sholat sunnah, aku pergi keteras masjid untuk menemui Rara, namun tak ada ia disana. Ternyata ia berada di pojokan masjid sedang duduk dengan memeluk lututnya, sepertinya ia kedinginan. Aku memandanginya, wajah  ayunya ,tubuh mungilnya. Rasanya aku ingin selalu menjaganya. Aku tersenyum karna ia memandangku , kudekatkan diriku kearahnya. Sekarang aku berada tepat disampingnya, ku tekan hidung munggilnya karna aku cemburu kepada hujan yang selalu ia pandangi. Ia meringis, aku ingin tertawa melihat ekspresi konyolnya itu.
‘’ Dingin ya’’ serunya
‘’ ia, ingat tidak dulu, waktu kita masih SD. Kita bermain dengan riang dibawah kucuran air hujan itu. Dan esoknya kamu sakit, terus aku deh yang dimarahi dengan Abimu karna aku mengajakmu bermain air  hujan’’ Ingatan laluku berkecamuk dan membeberkannya didepan orang yang aku sayangi.
Kulihat ia tersenyum geli, pasti ia sedang membayangkan wajah takut ku dulu karna dimarahi ayahnya. Oh tuhan kenapa harus mulutku ini menceritakan kejadian Maluku itu.
‘’ Jadi bagaimana kita pulangnya ?, sepertinya hujan masih senang mamandikan bumi ini’’ tanyanya
‘’ kita tunggu saja , mungkin sebentar lagi ia akan selesai memandikan buminya ini, siapa yang tau bukan. ‘’  balasku.
Waktu berjalan cukup lama, aku sudah bosan duduk disini karna hujan masih riang gembira,. Akhirnya kami memutuskan untuk menerobosnya, alhasil baju yang kami pakai basah kuyup semua .
Dirumahnya aku dan dia tak lantas masuk. Namun melanjutkan untuk bermain hujan. Kami berhenti karna tiba tiba Uminya keluar rumah dan menyuruh kami masuk , huh menyebalkan.
Ketika aku masuk kerumahnya , aku langsung diberikan handuk merah yang aku tau itu milik abangnya Adam muharraj. Sedikit berguna untuk mengeringkan tubuh ku.
‘’ Fel,bajumu diganti saja. Ini,pakai saja baju bang Adam dulu nanti aku bilangin dia’’  serunya sambil memberikan baju ganti untukku.
‘’ ia Ra makasih ya, aku ke WC dulu’’ selorohku pamit.
Selesai mengganti bajuku. Aku langsung menemui Rara diruang tamu dan memberikan handuk yang tadi ia pinjamkan.
‘’ Ra Umi sama Abimu kemana. Kok ngak kelihatan dari tadi’’ tanyaku .
‘’ Mereka lagi ada urusan Fel. Biasa Ceramah kekampung sebelah’’ jawabnya,
Tiba tiba aku teringat akan sesuatu. Pr  iya Pr
‘’Ra, PR MTK  kan belum ada yang siap, lanjut ya . aku gg mau dihukum lagi Ra’’ ucapku.
‘’ ia nanti ya . aku kebelakang dulu, mau mebereskan bajumu dan membuatkan the hangat untuk menghangatkan tubuh. Aku diluan ya Fel’’ pamitnya. Kulihat matanya yang sayu. Hidungnya, wajahnya, kau sempurna.
Reflek aku memegang  tanganya . entah setan apa yang merasuki tubuhku sampai aku berani menarik tanggnya dan memegang wajahnya. Membelainya halus dan hampir ingin Menciumnya.
PLAK .. Kalau saja dia tidak menamparku . aku yakin hal hal yang tidak diinginkan olehku pasti akan terjadi. Sekarang aku benci diriku.
‘’ KAU…’’ Sergapnya..
‘’ Maa.aa..aa..aaf ‘’ ucapku pelan sambil menunduk.
‘’ Kau boleh pergi sekarang ‘’ Ucapnya.. kulihat matanya mengembun.
‘’ Ra maafkan aku,aku Khilaff’’ Pintaku.
‘’ Aku bilang Pergi SEKARANG ‘’ Teriaknya . Jleb hancurnya pertahanannya. Ia sekarang menanggis . laki laki macam apa aku ini. Aku makin membenci diriku sekarang.
‘’ Ra. Ra. Tunggu ‘’ ku pegang tangnya dengan niat supaya ia mau memaafkanku.
Tiba tiba ia membawaku keluar rumahnya dengan paksa
‘’ Lepas. Tunggu disini’’ ia masuk kerumahnya dan menyuruhku tunggu diluar. Aku termanggu sekarang. Meratapi kejadi tadi. Kenapa aku sebodoh itu.
‘’ Ini tasmu dan tolong jangan ganggu aku dulu’’ ucapnya menggetar.
‘’ Tapi aku mencintaimu Ra. Aku menyayangimu ‘’ Aku berargument.
‘’jadi tadi kau bilang itu cinta. Itu nafsumu bukan cintamu. Jujur aku juga mencintaimu. Tapi kenapa ? ‘’ tangisanya semakin pecah.
‘’ aku tak tau Ra. Sekarang semua terserah kamu. Kuharap kau dapat memaafkanku’’ pintaku
‘’ aku tk tau Fel. Apa aku bias memaafkanmu. Aku mohon sekarang  kau pergi dari sini’’ sergahnya seakan memaksaku pergi. Aku tau ia terluka . sekarang aku tak tau bagaimana lagi dengan kisah ini.
Kuambil tasku dan berlalu darinya.
‘’ aku pulang Assalamualaikum ‘’ pamitku.
‘’ Walaikumsallam ‘’ Hampir tak terdengar karna bercampur denga suara sesenggukanya.
Sejak Kejadian 1 Minggu yang lau. Aku menjadi murung. Aku menyesal telah mematahkan persahabtan ini.aku sungguh menyesal.  Hingga pada hari ini ia pun selalu menjauh. Nomor HPnya aktif namun jika aku sms tak pernah dibalasnya, aku telepon selalu di matikanya. Kerumahnya , ia selalu beralasan. Aku menyerah.
1 Bulan berlalu sejak kejadian Bodohku Kemarin.hari ini aku terbaring lemah di Rumah sakit karna DBD menyerangku. Hari ini hari ke 5 aku menjalani perawatan disini. Banyak teman temanku yang menjenguk kecuali Rara. Sekarang aku mengharapkan kehadiranya. Tapi itu bagaikan aku mengharapkan hujan emas. Sakit memang rasanya, sekarang aku lemah air mataku terus saja terbuang. Aku menangisi kesalahanku sendiri. Bodoh bukan . tapi itulah keadaanya sekarang
CKLEK.
Ibuku memasuki ruanganku dan melihatku menangis.
‘’ kamu kenapa menagis Fel.’’
‘’ aku kangen Rara ma’’  ucapku 
Mama melihatku sendu. Ia telah tau tentang akar permasalahanku dengan Rara. Tentu mama memarahiku karna memang aku yang salah. Walaupun begitu . mama tetap menyayangiku . buktinya ia masih mau menjadi mama serta ayah bagi kehidupanku.
‘’ maka itu Fel, kamu cepat sembuh kalau sudah sembuh kan bias kamu kejar cinta kamu lagi.’’ Mama menyengamatiku.
‘’ia ma makasih’’ ucapku terharu
‘’ oh ya Fel ada seseorang yang ingin menemuimu. Ayo nak masuk’’ panggilnya kepada seseorang diluar sana.
CKLEK ..
Masuk lah seorang anak kecil membawa sebuah apel merah . ia meletakkan aple itu dimeja dan mendekatiku. CUP . ia mencium keningku dan nerlalu. Aku melonngo, kenapa anak itu. Ia berani menggambil keperjakaan jidatku. Kulihat mama keluar kamarku denga mneggaruk garuk kepalanya yang aku tau itu tidak gatal. Agaklama mama keluar tiba tiba pintu terbuka 
DEG.
Aku kira mama yang masuk. Tapi ternyata orang yang aku tunggu tunggu kehadirannya sekarang berada disini.
‘’ Rara. Kau menjenggukku’’ tanyaku Polos
‘’ ia Fel. Aku kangen ‘’ Kulihat mukanya memerah . mungkin ia malu telah mengatakan kata kangen. Aku yakin pulang dari sini ia akan menyekolahkan mulutnya suapaya tidak selalu ceplas ceplos dalam omonganya.
‘’ pasal kemarin maaf ya Ra. Aku menyesal.’’ Sebenarnya aku tak ingin menyinggung masalah itu karna aku takut ia kembali sakit hati.
‘’ cukup. Ngak usah bahas soal itu. Aku sudah memaafkanmu’’ ucapnya
‘’ apakah aku masih ada dihatimu Ra’’ tanyaku Polos
‘’ Tentu Fel. Kau pemilik sebagian hati ini’’
CKLEK.
‘’ Cie yang baru jadian. Cuit cuit’’ ledek mamaku
‘’ apaan sih ma belum lagi jadian’’ ucapku ketus kea rah mama.
‘’ Ra maukah kau menjadi pacarku .’’ kata kata singkat itu keluar dari mulut ku. 
‘’ aku tak mau Fel’’ ucapnya cuek
‘’ Kau serius’’ sergahku.
‘’ Tentu tidak.. Uekk’’ ucapnya meledekku.
Dan kami tertawa bersama.
Indahnya..
‘’ Sekarang aku tau kenapa kau dulu begitu marah terhadapku
Itu karena
Kau Benar benar menjaga kesucianmu itu wahai bidadariku ‘’
   
Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar