Oleh : Riska Novita Dewi
Jeritan Murka Ilahi
Kau sabar dengan sikap kami yang mencemoohmu
kau terima makian kami untukmu
tapi ku tahu itu hanya sementara
dan akan ada hari itu ,, hari akhir kami ..
kau terima makian kami untukmu
tapi ku tahu itu hanya sementara
dan akan ada hari itu ,, hari akhir kami ..
Kini kau telah guncar
kini kau telah murka
dan kau akan lakukan semuanya
karena semua ini milikmu
kini kau telah murka
dan kau akan lakukan semuanya
karena semua ini milikmu
hingga kau bidik segitiga hijau nan tinggi hingga ia pecah
hingga kau hempaskan samudera ini hingga ia melanting tinggi
dan kau bolak-balikkan bola kristal ini hingga semua menjerit
menjerit akan pengampunanmu
hingga kau hempaskan samudera ini hingga ia melanting tinggi
dan kau bolak-balikkan bola kristal ini hingga semua menjerit
menjerit akan pengampunanmu
kau jeritkan kemarahanmu
kau libaskan cambuk sutramu hingga hancur bola Kristal ini
kau tusukkan pedang emasmu hingga pecah semua
kau libaskan cambuk sutramu hingga hancur bola Kristal ini
kau tusukkan pedang emasmu hingga pecah semua
tuhan …
semua bersujud padamu
semua menangis darah didepanmu
dan semua terlambat ..
semua bersujud padamu
semua menangis darah didepanmu
dan semua terlambat ..
kau musnahkan semuanya
dan kau akan menantinya bersama anak buahmu
menanti mereka yang bertimbun dosa
menanti di istana mewah mereka bernama “NERAKA”
dan kau akan menantinya bersama anak buahmu
menanti mereka yang bertimbun dosa
menanti di istana mewah mereka bernama “NERAKA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar